Jumat, 02 April 2010

lakon

dalam sebuah film atau cerita, lakon adalah tokoh andalan, yang selalu menjadi suber inspirasi, dan harapan, ia sangat berguna di lingkungannya, ia menjadi tokoh utama dalam perjuangan yang diceritakan dalam film tersebut.

ia tidak selalu betrubuh kekar,

ia tidak selalu rupawan,

ia tidak selalu kaya raya,

ia tidak selalu genius,

namun

ia memiliki karakter yang kuat,

ia memiliki semangat yang tinggi,

ia memiliki jiwa yang lapang,

ia memiliki kayakinan dan keteguhan hati yang luar biasa

bahkan tidak jarang cerita tersebut dibumbui dengan berbagai kelemahan yang sandangkan pada tokoh lakon, dan sebaliknya berbagai kekuatan dan kelebihan yang disandangkan pada musuh-musuhnya.

apakah supaya cerita menjadi lebih menarik?, lebih mendebarkan?, lebih membawa pemirsa cerita ke alam yang disemayami lakon dan musuh-musuhnya?, lebih unpredictable?.

Juga sangat sering diceritakan tentang betapa berat dan jauhnya perjalanan dan perjuangan sang lakon, betapa ia harus berjuang lebih untuk membantu atau menyelamatkan rekan satu tim nya,

atau ketika harus berlari di hutan dengan tubuh letih, perut lapar dan kaki tertembak, tidak jauh dibelakangnya segerombolan tentara mengejarnya dengan senjata lengkap dan anjing pelacak.

Atau ketika banjir akan segera melanda kota, sang lakon sibuk mencari cara untuk menyelamatkan kota, padahal warga kota yang akan ditolongnya sedang tertidur pulas, tidak tau bahkan tidak mau tau tentang hal itu.

Apakah sebaiknya dihilangkan saja adegan-adegan tersebut sehingga sang lakon hanya makan dan tidur sampai cerita berahir? Sehingga sang lakon tidak perlu bersusah payah sampai cerita usai?

Bukankah dengan berbagai perjuangan terseut cerita menjadi berkesan? dan karena pengorbanan tersebut cerita menjadi indah? Apakah sang lakon mengeluh? Tidak!!

Lalu mengapa mengeluh ketika dipilih untuk menjadi lakon dalam kehidupan ini?

Mengapa harus merasa berat ketika harus ikut mengangkat beban saudara di sebelah kita? Mengapa mengeluh ketika harus mengerjakan sesuatu yang lebih untuk saudara sendiri?,

Mengapa mengeluh ketika diminta berkorban lebih untuk rekan sendiri?

Ingat, kita adalah sang lakon kehidupan, sang lakon bagi keluarga, sang lakon bagi teman-teman.. maka, kuatkan tekad, bakar semangat, terus tambah ilmu, sempurnakan ikhtiar, dan jangan mengeluh, atau cerita berhenti sampai disini.

Tidak ada komentar: