Rabu, 28 April 2010

pesaingku karunia Allah untukku

wahai para pesaingku, para kompetitorku
kukira kalian yang mempersulit ikhtiarku
kukira kalian menghambat kemajuanku
kukira kalian mengacaukan bisnisku

sungguh selama ini aku telah salah menilai kalian
karena kalian aku bertambah kuat
karena kalian aku bertambah lincah
karena kalian bisnisku berkembang

tidak bisa kubayangkan hidup ini tanpa kalian
kemampuan ini tidak akan tergali
otak ini akan tumpul
kreatifitas ini akan mati
dunia ini akan sepi
ikhtiar ini akan hampa

sungguh aku tidak ingin kalian kerdil
sungguh aku tidak ingin kalian lemah
sungguh aku tidak ingin kalian mati
sungguh kalian adalah karunia Allah untukku

Sabtu, 17 April 2010

korupsi dan pertumbuhan ekonomi

judul asli : Mengapa Korupsi TIDAK Seburuk yang Dibayangkan Banyak Orang

oleh : bung yodhia antariksa, M.Sc


Anak muda yang wajahnya mirip-mirip Tukul itu kembali menghempaskan negeri ini dalam tragedi korupsi yang teramat memilukan. Virus korupsi dan suap mungkin telah bersetubuh dan merasuk ke dalam sekujur tubuh republik ini.

Namun yang membuat saya acap terkesima adalah ini : jika nyanyian korupsi terus menderu dan mengharu biru segenap tanah bumi pertiwi, mengapa negeri ini tak jua kunjung bangkrut? Mengapa ditengah tarian suap yang terus meliuk-liuk, pertumbuhan ekonomi negeri ini (pada tahun 2009) tertinggi nomer tiga di dunia, sebuah prestasi ekonomi yang sungguh spektakuler?

Jawabannya mungkin agak mengejutkan : jangan-jangan korupsi itu memang tidak seburuk yang diduga banyak orang? Jangan-jangan korupsi justru membawa berkah terselubung bagi pertumbuhan bisnis dan ekonomi di negeri ini?

Make no mistake, my friends. Tulisan ringkas ini tidak sedang mempromosikan agar kita merayakan tindakan korupsi sambil bersulang segelas anggur. Kegiatan korupsi dan suap menyuap adalah salah satu worst evil yang sangat mencederai moralitas dan merobek-robek jalinan keadilan.

Dan dengan spirit itu, kita mau mencoba menjawab pertanyaan ini : mengapa korupsi merajalela, namun pertumbuhan ekonomi negeri ini terus berkibar-kibar?

Jawabannya mungkin sederhana : sepanjang uang jarahan hasil korupsi dan suap itu tidak disimpan di bank Singapore atau Swiss, namun tetap ditabung dan dibelanjakan di dalam negeri, maka ekonomi negeri ini akan terus tumbuh.

Dan mungkin persis seperti itulah yang terjadi : ribuan koruptor yang berjejer dari Sabang sampai Merauke, yang tiap bulan menilep uang trilyunan rupiah, segera membelanjakan dan menginjeksikan uang itu untuk menggerakkan ekonomi domestik.

Lihatlah mal-mal yang terus berdiri di setiap kota besar tanah air, proyek properti yang bertebaran dimana-mana, sementara angka penjualan mobil terus meningkat. Dan saya cukup yakin, konsumen beragam bisnis ini sebagian besar adalah para koruptor yang ingin membelanjakan uang suapnya. Dan “keajaiban” itu terjadi disini : uang hasil korupsi itu tiba-tiba menjelma menjadi pelumas yang menggerakkan roda beragam sektor ekonomi.

Jadi ketika mas Gayus yang sungguh gayus itu membeli rumah mewahnya di Kepala Gading seharga miliaran, sejatinya ia juga telah “membantu” menggerakkan sektor properti negeri ini : ia telah membantu menyediakan pekerjaan bagi ribuan tukang batu asal Kota Wonogiri, membuat industri semen terus bergerak, dan mendorong kehidupan bagi para perajin genteng Jatiwangi.

Dan persis seperti itulah yang dilakukan mas Gayus dan ribuan koruptor lain seperti dirinya : secara kolektif mereka menginjekasikan dan membelanjakan uang upetinya untuk mendorong begitu banyak kegiatan sektor ekonomi di negeri ini.

Argumen yang mau dibagi disini adalah : sekali lagi, sepanjang mayoritas uang jarahan korupsi itu dibelanjakan di dalam negeri, maka mungkin diam-diam para koruptor itu telah memberikan impak positif bagi pertumbuhan ekonomi tanah air. Sepanjang uang suap itu dikembalikan (melalui aneka konsumsi para penjarahnya) ke dalam sirkulasi ekonomi dalam negeri, maka itulah yang menjelaskan mengapa ekonomi negeri ini terus melejit.

Kita tahu, pertumbuhan ekonomi sebuah bangsa ditopang oleh dua sektor utama, sektor investasi dan sektor konsumsi. Dan untuk kasus Indonesia, sektor konsumsi memegang peran amat dominan dalam menggerakkan ekonomi negeri. Disini, banyak pengamat bisnis tertegun dan berterima kasih dengan ketangguhan sektor konsumsi di Indonesia.

Dan seperti yang kita lihat, ketangguhan itu barangkali sebagian besar ditopang oleh daya beli para koruptor bumi pertiwi. Dan dalam konteks inilah, dengan penuh nada getir kita bisa berbisik : para koruptor itu mungkin diam-diam telah menjadi pahlawan ekonomi bangsa.

Bravo mas Gayus. Bravo Koruptor Indonesia !!



Kamis, 15 April 2010

AROGANSI KESUKSESAN

AROGANSI KESUKSESAN

“Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu berbuat terhadap kaum ‘Aad? (6) (yaitu) penduduk Iram yang mempunyai bangunan-bangunan yang tinggi (7) Yang belum pernah dibangun (suatu kota) seperti itu, di negeri-negeri lain (8) Dan kaum Tsamud yang memotong batu-batu besar di lembah (9) Dan kaum Fir’aun yang mempunyai pasak-pasak (tentara yang banyak) (10) Yang berbuat sewenang-wenang dalam negeri (11) Lalu mereka berbuat banyak kerusakan dalam negeri itu (12) Karena itu Tuhanmu menimpakan kepada mereka cemeti azab (13).” (QS. Al-Fajr: 6-13).

Seorang CEO dari perusahaan Fortune 100 mengatakan, “Success can lead to arrogance. When we are arrogant, we quit listening. When we quit listening, we stop changing. In today’s rapidly moving world, if we quit changing, we will ultimately fail.” ( Sukses bisa membuat kita jadi arogan. Saat kita arogan, kita berhenti mendengarkan. Ketika kita berhenti mendengarkan, kita berhenti berubah. Dan di dunia yang terus berubah dengan begitu cepatnya seperti sekarang, kalau kita berhenti berubah, maka kita akan gagal ).

Itulah sisi negatif dari kesuksesan, yakni arogansi. Arogansi muncul saat seseorang merasa diri paling hebat, paling luar biasa, dan paling baik dibandingkan dengan yang lainnya bahkan Tuahanpun ditentang. Penyakit mental ini bisa menjangkiti apa dan siapa saja, mulai dari organisasi, produk, pemimpin, Keluarga, dan orang biasa.

Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakan kepada para malaikat: “Bersujudlah kamu kepada Adam”; maka merekapun bersujud kecuali iblis. Dia tidak termasuk mereka yang bersujud (11) Allah berfirman: “Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?” Menjawab iblis: “Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah” (12) Allah berfirman: “Turunlah kamu dari surga itu; karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, maka ke luarlah, sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina” (13).” (QS. Al-A’raf: 11-13).

Orang sukses lalu bersombong ria sebenarnya patut disayangkan. Bayangkan saja, saat berjuang keras menggapai kesuksesan, mereka begitu terbuka untuk belajar. Mereka mau mendengarkan. Mereka mau berjerih payah, berani hidup susah, dan mengorbankan diri. Bahkan, mereka tampak sangat ‘merakyat’ hidupnya. Akan tetapi, itu dulu.

Sayang sekali, saat kesuksesan datang, mereka lupa diri. Mungkin dia akan berkata, “Saya sudah berhasil mencapai yang terbaik. Sekarang, Andalah yang harus mendengarkan saya. Saya tidak perlu lagi mendengarkan Anda.” Hal itu diperparah lagi ketika mereka dikelilingi oleh para ‘yes man’ yang tidak berani angkat bicara soal kekurangan orang ini. Hal ini membuat orang itu semakin ‘megalomania’ , pongah, angkuh, dan egois. Ia terbelenggu oleh kesuksesannya sendiri. Ia tidak pernah belajar lagi.

Ada Seorang Pebisnis, dia menceritakan susah payahnya membangun bisnisnya. Cerita yang mengharukan sekaligus heroik ketika dia harus tidur di kolong jembatan saat tiba di Jakarta ketika remaja. Dengan susah payah dia merangkak dari bawah untuk bertahan hidup. Menikah tanpa uang sepeser pun. Hidup di rumah kontrakan kecil. Akan tetapi, dia tidak patah arang. Dia mengamati cara kerja orang sukses, mencontoh, dan memodifikasi sendiri produknya. Sekarang, dia pun berjaya. Tiga pabrik besar ada di genggamannya.

Namun, sayang sekali. Perusahan itu sedang diterpa badai masalah internal. Pemicunya tak lain adalah sikap pemimpin yang arogan. Dia otoriter dan antikritik. “Kalau saya bisa, kalian juga harus bisa,” katanya pongah. Dia pun menolak ide-ide baru. Dia mengelola perusahaan dengan serampangan. Turn over karyawan pun tinggi. Sisanya hanya kelompok para ‘penjilat’ yang tidak berani melawan. Dia menginginkan anak buahnya di-training. Padahal, dia sendiri yang perlu up date diri dengan training.
Arogansi bisa menghampiri siapa saja. Termasuk seorang pendidik, guru, dosen, Ayah, Ibu yang tiap hari memberi sesuatu bagi orang lain.

Dari situ, kita belajar banyak untuk hati-hati. Kesuksesan jangan membuat kita arogan dan cenderung self centered serta tidak mau mendengarkan orang lain. Dunia begitu mengenal sosok Mao, Hitler, ataupun Stalin. Mereka berjuang dari basis bawah menuju pucuk kepemimpinan. Mereka pun berjuang untuk perubahan di masyarakatnya. Idealisme mereka sangat luar biasa. Orang pun dibuatnya kagum. Namun, mereka lupa daratan ketika sukses. Mereka memonopoli kebenaran tunggal alias antikritik dan antipembaruan. Mereka memimpin dengan tangan besi. Korban pun bergelimpangan dari tangannya. Begitu juga dalam sejarah bisnis. IBM yang begitu besar dan terkenal pernah mengalami kemerosotan saat arogansi membekap sikap dan pikiran para pemimpin mereka. Dia terjebak retorika ( Banyak Cerita Sejarah Lamanya )

Namun, itulah yang terjadi apabila orang berhenti belajar dan merasa diri sudah selesai. Tanpa dia sadari, lingkungannya terus belajar, berinovasi, dan berkembang. Sementara, dia mandek di posisinya. Akibatnya, kue kesuksesan yang dia peroleh lama-kelamaan menjadi basi. Tanpa sadar, kompetitor mereka bergerak jauh meninggalkan dirinya di belakang. Mereka terjebak dalam retorika, kalimat, jurus yang itu-itu saja alias usang. Arogansi telah menutup hati dan pikirannya untuk kreatif menemukan jurus dan tip-tip baru mempertahankan sekaligus mengembangkan kesuksesannya. Di sinilah, arogansi berujung pada malapetaka dan kehancuran.

Jadi, bagaimanakah agar kesuksesan kita tidak berubah menjadi arogansi?

Pertama- Aware (sadar) dengan sikap dan tingkah laku kita selalu.

Meskipun sudah sukses, kita perlu memberi waktu untuk menyadari sikap dan perilaku kita di mata orang lain. Selalulah sadar apakah nada dan ucapan serta tindak tanduk kita sekarang semakin membuat banyak orang lain terluka? Apakah kita masih tetap menghargai orang lain? Apalagi orang-orang yang telah turut membawa Anda ke level sukses sekarang, apakah Anda hargai? Jangan sampai, tatkala masih bersusah payah, kita begitu respek, tetapi setelah sukses justru mencampakkan mereka.

Seseorang dikatakan berhasil bukan sekedar ia sukses akan tetapi ketika orang lain mengatakan ia berhasil dan turut merasakan keberhasilan yang pernah diraihnya. Jadi keberhasilan dikatakan sempurna jika lingkungan sekitar mengatakan ia berhasil dengan cara yang benar dan mereka merasakan berkahnya. Namun sering kali kita lupa untuk intropeksi diri, yang membuat diri ini tumbuh dalam kekurangan rasa emosional dan spiritual.

Kedua- Waspadai umpan balik yang hanya menghibur kita tetapi tidak membuat kita belajar lagi.

Hati-hati dengan orang di sekeliling kita yang hanya mengatakan hal bagus, tetapi tidak berani memberikan masukan yang baik. Kadang, masukan negatif juga kita perlukan demi perkembangan, sesukses apa pun kita. Pada dasarnya, setiap orang senang dipuji. Bahkan mereka rela mengeluarkan uang yang banyak hanya untuk dipuji. Namun pujian yang berlebihan justru dapat membuat seseorang semakin jatuh dalam kesombangannya dan ketidakmampuan dirinya melihat kenyataan dalam hidupnya
Ketiga- Awasi dan peka dengan perubahan yang terjadi. Dalam buku Who Moved My Cheese disimpulkan bahwa kita harus selalu mencium keju kita, apakah sudah basi ataukah mulai diambil orang lain. Kita pun harus terus mencium dan peka bagaimana orang lain mengembangkan dirinya serta bisa jadi ancaman bagi kita. Jangan pula merasa diri paling hebat dan lupa belajar

Keempat- Sopan dan rendah hati untuk belajar dari orang lain.

Sahabat, bentuk arogansi dan keangkuhan adalah symbol dari Iblis dan Fir’aun yang setelah mencapai puncak kesuksesan dan kekuasaan, dia kemudian mengangkat dirinya sederajat dengan Tuhan, dan apakah kesudahannya ? BINASA DI DUNIA, NERAKA DI AKHIRAT !

“Pergilah kamu kepada Fir’aun, sesungguhnya dia telah melampaui batas (17) Dan katakanlah (kepada Fir’aun): “Adakah keinginan bagimu untuk membersihkan diri (dari kesesatan)”(18) Dan kamu akan kupimpin ke jalan Tuhanmu agar supaya kamu takut kepada-Nya?”(19) Lalu Musa memperlihatkan kepadanya mu’jizat yang besar (20) Tetapi Fir’aun mendustakan dan mendurhakai (21) Kemudian dia berpaling seraya berusaha menantang (Musa) (22) Maka dia mengumpulkan (pembesar-pembesarnya) lalu berseru memanggil kaumnya (23) (Seraya) berkata: “Akulah tuhanmu yang paling tinggi” (24) Maka Allah mengazabnya dengan azab di akhirat dan azab di dunia (25).” (QS. An-Nazi’at: 17-25).

“Kemudian Kami utus Musa dan saudaranya Harun dengan membawa tanda-tanda (kebesaran) Kami, dan bukti yang nyata (45) Kepada Fir`aun dan pembesar-pembesar kaumnya, maka mereka ini takabur dan mereka adalah orang-orang yang sombong (46) Dan mereka berkata: “Apakah (patut) kita percaya kepada dua orang manusia seperti kita (juga), padahal kaum mereka (Bani Israil) adalah orang-orang yang menghambakan diri kepada kita?”(47) Maka (tetaplah) mereka mendustakan keduanya, sebab itu mereka adalah termasuk orang-orang yang dibinasakan (48).” (QS. Al-Mukminun: 45-48).

http://www.rumah-yatim-indonesia.org

Sabtu, 10 April 2010

Nindi

Adalah solusi “internasional access only” berkecepatan tinggi dengan metode pra bayar, yang bisa digunakan dari provider manapun, dengan authentifikasi level 2 akan memastikan keamanan akun anda. Jadi apapun provider anda, gunakan Nindia untuk internasional link nya.

Nindi 1

1024 burst 2048 Kbps

Rp. 48.000,- per hour

Nindi 2

512 burst 1024 Kbps

Rp. 30.000,- per hour

Nindi 3

256 burst 768 Kbps

Rp. 18.000,- per hour

Nindi 4

128 burst 256 Kbps

Rp. 7.000,- per hour

Service level agreement 99%

24/7 technical support

Customized bandwidth

Maximum respond time 2 hour*

FirePort

adalah layanan internet port kecepatan tinggi, dengan reliabilitas luar biasa dan harga fantastis.

FIREPORT

Mb/s

@

monthly

dynamic /h

1

5,000,000

5,000,000

14,000

2

5,000,000

10,000,000

28,000

3

4,500,000

13,500,000

42,000

4

4,500,000

18,000,000

56,000

5

4,000,000

20,000,000

70,000

6

4,000,000

24,000,000

84,000

7

3,750,000

26,250,000

98,000

8

3,750,000

30,000,000

112,000

9

3,750,000

33,750,000

125,000

10

3,500,000

35,000,000

139,000

dedicated shaper 1:1

Service Level Agreement 99%

24/7 technical support

Customized bandwidth

Maximum respond time 2 hour*

smart speed

adalah inovasi dari naratel berupa script system intelligent yang bekerja mengawasi lalu lintas paket data anda, menyusun skala prioritas serta membuat keputusan berdasarkan beban jaringan anda saat itu, dan pada kasus tertentu jika jaringan overload, maka sistem secara otomatis menambah bandwidth dalam orde tertentu sehingga performa jaringan tetap dapat dipertahankan dan tidak terjadi kemacetan traffic. Rangkaian proses ini terus berulang dalam orde mili detik, hal ini akan memastikan kenyamanan serta kecepatan optimal komunikasi yang anda lakukan melalui internet.

JANGAN MERASA PALING HEBAT

“Dan janganlah engkau memalingkan wajahmu dari manusia (karena sombong), dan janganlah berjalan dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang angkuh dan menyombongkan diri.” (Luqman: 18)

Suatu hari seorang Profesor menyewa sebuah sampan untuk membuat penelitian di tengah lautan.Pendayung itu merupakan lelaki tua yang sangat pendiam. Profesor sengaja mengupah lelaki tua itu kerana dia tidak mau orang yang menemaninya banyak bertanya tentang apa yang dia lakukan.

Dengan tekun Profesor itu melakukan tugasnya tanpa menghiraukan pendayung sampan. Dia mengambil air laut dan diisi kedalam tabung uji, digoncang-goncang, kemudian mencatat sesuatu di dalam buku catatan dibawanya. Berjam-jam lamanya Profesor itu melakukan uji coba dengan tekun sekali. Pendayung sampan mendongak ke langit, memandang pada awan yang mulai berarak kelabu. Dalam hati dia berkata “Hmm..tak lama hujan lebat akan turun..”

“OK semua sudah siap mari kita balik.” Lantas pendayung itu memutar sampannya dan mulai mendayung ke arah pantai. Dalam perjalanan itu baru Profesor itu membuka mulut menegur pendayung sampan.
“Dah lama kamu mendayung sampan?” Tanya Profesor kepada pendayung sampan. “Hmm..hampir seumur hidupku,” jawab si pendayung ringkas.
“Seumur hidup kamu? Jadi kamu tidak tahu apa-apa selain mendayung sampan?” tanya Profesor itu lagi.
“Ya..”jawab pendayung sampan dengan ringkas.

Profesor belum berpuas hati dengan jawapan pendayung tua itu. “Kamu tahu Geografi?” Si pendayung menggeleng..
“Kalau begitu kamu hilang 25% dari usia hidup kamu.”
“Kamu tahu Biologi?”tanya Profesor itu lagi. Pendayung sampan itu menggeleng lagi.
“Kasihan kamu telah kehilangan 50% dari usia kamu.”

“Kamu tahu Fisika?” Profesor itu masih bertanya. Seperti tadi pendayung sampan itu hanya menggeleng.
“Sungguh kasihan kalau begitu kamu telah kehilangan 75% usia kamu.Malang sungguh nasib kamu semuanya tidak tahu. Seluruh hidup kamu hanya dihabiskan dengan sampan,tak ada gunanya lagi,”
Profesor itu mengejek dan berkata dengan angkuh setelah merasakan dirinya yang terhebat. Pendayung sampan hanya mendiamkan diri.

Selang beberapa minit kemudian hujan turun dengan lebat, tiba-tiba ombak besar datang melanda. Sampan yang mereka naiki terbalik. Profesor dan pendayung sampan terpelanting. Sempat pula pendayung itu bertanya, “Kamu tahu berenang?” Profesor hanya menggeleng.
“Sayang sekali kamu telah kehilangan 100% nyawa kamu.” Kata pendayung itu sambil berenang ke pantai meninggalkan Profesor yang angkuh tadi.

“Barangsiapa yang merasa sombong akan dirinya atau angkuh dalam berjalan, dia akan bertemu dengan Allah SWT dalam keadaan Allah murka terhadapnya.” (HR. Ahmad, dishahihkan oleh Asy- Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-Adabul Mufrad no. 427)

Kesombongan bukanlah pada orang yang senang dengan keindahan. Akan tetapi, kesombongan adalah menentang agama Allah dan merendahkan hamba-hamba Allah .

Demikian yang dijelaskan oleh Rasulullah tatkala beliau ditanya oleh ‘Abdullah bin ‘Umar , “Apakah sombong itu bila seseorang memiliki perhiasan yang dikenakannya?” Beliau menjawab, “Tidak.” “Apakah bila seseorang memiliki dua sandal yang bagus dengan tali sandalnya yang bagus?” “Tidak.” “Apakah bila seseorang memiliki binatang tunggangan ( kendaraan ) yang dikendarainya?” “Tidak.” “Apakah bila seseorang memiliki teman-teman yang biasa duduk bersamanya?” “Tidak.” “Wahai Rasulullah, lalu apakah kesombongan itu?” Kemudian beliau menjawab: “Meremehkan kebenaran dan merendahkan manusia.” (HR. Ahmad, dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-Adabul Mufrad no. 426)

Nurul Qur’ani Fikriyah, http://www.rumah-yatim-indonesia.org

ABADIKAN YANG TERSISA DENGAN SEDEKAH bersama PROGRAM INFAQ KASUR RUMAH YATIM INDONESIA

Rekening PROGRAM INFAQ KASUR ANAK ASUH Rumah Yatim Indonesia :

Bank BCA :
230.38888 96 atas nama Yayasan BANTU (Recomended)
230.0300 807 atas nama Yayasan Husnul Khotimah

Bank MANDIRI :
156.0003296409 atas nama Yayasan Husnul Khotimah

Bank MUAMALAT :
305.00116.15 atas nama Yayasan Husnul Khotimah

Bank BNI :
0184300117 atas nama Muhammad Aly (Ust.Aly/Pimpinan)

Bank BRI :
1169-01-001027-50-5 atas nama Muhammad Aly

Jika Anda Ingin Konfirmasi Silahkan SMS ke 081313999801 / 087885554556 / 088211065485 ( Ust.Aly )
Profil dan Info Program selengkapnya silahkan klik http://www.rumah-yatim-indonesia.org

Menguji Keaslian Madu

A. OBJEK PENELITIAN

Ada dua golongan madu yang dijadikan objek dalam penelitian ini, yaitu madu asli dan madu tidak asli.

1. Madu Asli

Madu asli adalah madu murni atau madu alami yang diambil langsung dari sarang lebah dan diperes sendiri. Dalam penelitian ini, madu asli yang diuji ada lima jenis, masing-masing diletakkan dalam botol tersendiri dan diberi kode sesuai dengan jenis madunya. Diantaranya madu yang sumber makanannnya pohon aren atau nira. Madu yang sumber makanannya tanaman hortikultura , Madu murni yang sumber makanannya pohon akasia , pohon kayu sungkai dan hutan bebas.

2. Madu Tidak Asli

Madu tidak asli adalah madu tiruan atau madu asli yang dicampur larutan lain yang sifat fisiknya menyerupai madu asli.yang diuji pun juga lima jenis : Madu tiruan, madu yang dicampur juruh atau sirup, madu yang dicampur air gula, madu yang dicampur sirup dan serbuk pahit, serta madu yang dicampur dengan sirup dan ragi tape.

B. MITOS TENTANG MADU ASLI

Pengujian ini dilakukan untuk membuktikan anggapan orang bahwa madu asli memiliki ciri-ciri tertentu, yang menjadi parameter sebuah madu asli. Yang mana kalau disimpulkan padanya ada 8. Anggapan tersebut lengkapnya sebagai berikut :

No

Anggapan

1.

Madu Asli tidak dikerumuni semut.

2.

Madu asli tidak merembes apabila diteteaskan pada kertas Koran

3.

Korek api tetap dapat menyala setelah diolesi madu asli.

4.

Rasa madu asli manis murni, tanpa ada rasa lain.

5.

Madu asli berwarna kuning tua.

6.

Madu asli akan mengkristal bila diaduk dengan kuning telur

7.

Madu asli menyimpan gas atau udara

8

Madu asli tidak membeku bila dimasukkan dalam lemari es

C. HASIL PENGUJIAN TERHADAP ANGGAPAN TERSEBUT

1. Anggapan pertama : Madu Asli Tidak Dikerumuni Semut.

Baik madu asli maupun madu tidak asli sama-sama dapat dikerumuni semut. Adapun madu tidak asli yang padanya dicampur dengan serbuk pahit ada kemungkinan padanya tidak dimakan semut karena unsur tersebut tidak disenangi semut sebagaimana madu asli yang makanan lebahnya dari hutan kayu yang pahit rasanya.

2. Anggapan kedua: Madu Asli Tidak Merembes Saat Diteteskan pada Kertas Koran.

Tidak merembes saat diteteskan pada kertas koran tidak dapat secara mutlak merupakan ciri madu asli karena madu asli yang agak encerpun bisa merembes walaupun sedikit saja (tingkat kekentalannya rendah).

3. Anggapan ketiga : Korek Api Tetap Menyala Setelah Diolesi Madu Asli.

Bilah korek api tetap dapat menyala setelah diolesi madu asli sekalipun jarak waktu tenggang antara pemolesan dengan pemantikan berapa lamapun . Adapun madu tidak asli pada awal pemolesan mungkin masih bisa menyala namun setelah tenggang waktu 1 jam atau lebih maka tidak mampu lagi untuk menyala.

Jadi kesimpulannya adalah apabila setelah berselang lebih dari 1 jam tapi masih bisa menyala berarti madu asli.Namun apabila dengan dengan tenggang waktu tersebut tidak dapat menyala maka bisa dipastikan madu campuran atau tidak asli.

4. Anggapan keempat : Madu Asli Berasa Manis

Kelima sampel madu asli memiliki rasa yangberbeda-beda, bergantung pada sumber makanan lebah atau nectar. Demikian pula madu tidak asli maka rasanyapun beraneka ragam sesuai dengan bahan pencampurnya.

5. Anggapan kelima : Madu Asli Berwarna Kuning Tua

Sebagaimana rasa madu asli , warnanyapun beragam sesuai dengan nectar atau sumber makanan yang dimakan lebah. Demikian pula warna madu tidak asli beragam warnanya sesuai dengan bahan yang diolah dan juga bahan pencampurnya.

6.Anggapan keenam Madu Asli Akan Mengkristal Jika Dicampur Kuning Telur

Semua sampel madu asli mengkristal berbiji-biji saat dicampur dengan kuning telur. Madu tiruan tidak mengkristal sama sekali apabila dicampur kuning telur tetapi madu campuran tetap bisa mengkristal.

Perlu anda ketahui bahwa pengkristalan kuning telur bukan jaminan madu asli karena madu campuranpun tetap mengkristal apabila dicampur dengan kuning telur.

7. Anggapan ketujuh : MAdu Asli Mengandung Gas (menggelembung pada kantong plastik/jerigen yang tertutup rapat.)

Dalam uji coba kelima madu asli maupun 4 dari 5 macam madu campuran itu tetap mengelembung (mengandung gas) Dari sini dapat dilihat bahwa kandungan gas itu tidak dapat dijadikan patokan dalam menentukan madu asli karena madu tidak aslipun bisa mengandung gas.

Dalam penyelidikannya Dra. Sri Amin Tarti dari Universitas Lambung Mangkurat menyatakan, gas yang terdapat pada madu itu bisa timbul karena madu telah terfermentasi dengan mikroba penghasil gas.

8. Anggapan kedelapan : Madu asli Tidak Akan Membeku Jika Disimpan Dalam Lemari Es.

Dari kelima sampel madu asli, empat sampel tidak membeku saat disimpan dalam lemari es. Satu sampel yang lain sedikit membeku yaitu madu pohon aren /nira. Dan dari kelima sampel madu tidak asli maka semuanya membeku saat disimpan di lemari es.

D. KESIMPULAN

Dari pengujian terhadap delapan anggapan publik terhadap keaslian madu maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :

1. Tidak merembes saat diteteskan pada kertas Koran; tidak dikerumuni semut ; rasa yang manis,; warna kuning tua; serta terdapatnya gas atau udara tidak dapat dijadikan alat untk mengukur kemurnian atau keaslian madu.

2. Madu dapat dikatakan asli bila belerang bilah korek api tetap dapat menyala setelah diolesi madu trsebut, meskipun tenggang waktu yang lama. Apabila korek api dapat menyala dalam tenggang waktu yang sebentar kemudian tidak menyala dalam tenggang waktu yang lama maka bisa diragukan keaslian madu tersebut.

3. Madu asli akan mengkristal saat dicampur dengan kuning telur. Namun pengkristalan bukan jaminan aslinya suatu madu. Beberapa madu palsu atau campuran pun tetap mengkristal saat dicampur dengan kuning telur.

4. Madu asli tidak akan membeku saat disimpan di lemari es.

Disadur dari Buku “Jeli Memilih Madu” terbitan Adicita Karya Nusa tahun 2005 ditulis oleh : M Sadyi Masun.

Proses Pertumbuhan Sebuah Perusahaan

Proses tumbuh kembang suatu perusahaan ternyata tidak jauh berbeda dengan proses tumbuh kembang anak

Bayi-balita
pada saat awal atau tahun pertama sebuah perusahaan, ia membutuhkan "susu" yang baik, banyak perusahan yang pertumbuhannya lambat atau bahkan mati pada fase ini karena tidak mendapatkan "susu" yang baik, "susu" ini biasanya didapat dari induk perusahaan, yang memberikan revenue dengan cara melempar order atau pelanggan ke perusahaan baru tersebut.

Anak-anak
ini adalah proses pencarian jati diri, sebuah perusahaan baru masih belum mengenal betul karakter diri nya, belum jelas benar mana segmen pasarnya, ini adalah proses "meraba", berusaha menyesuaikan diri dengan segmen pasar terbaik menurutnya, atau ada juga yang berusaha meraih semua segmen pasar yang ada didepannya. Beruntunglah yang segera menemukan jati dirinya, selamatlah yang menemukan segmen pasar yang tepat.

masa remaja
dengan semangat berapi-api, ingin segera melaju mendahului semua kompetitornya, berlari sekencang-kencangnya tanpa peduli jalan yang licin, melaju dengan "gagah berani" dalam gelap gulita. biasanya akan celaka bagi yang terlalu berani dan kurang perhitungan, karena sudah merasakan omzet yang meningkat maka segera berinvestasi tanpa perhitungan, keluar modal tanpa berhitung cashflow. Beruntunglah yang masih bisa menjaga keseimbangan, selamatlah yang mempunyai reflek cepat untuk berbelok ketika tiba2 ada penghalang di depan.

Pacaran
Pada masa ini perusahaan mulai berpikir atau tertarik untuk belajar bekerja sama dengan perusahaan lain dalam operasional bisnisnya, namun hati-hati ada "norma-norma" yang harus dijaga, dan harus berhati2 jangan asal janji sehidup semati, maksudnya adalah hati-hati dalam membuat perjanjian kerja sama, sebab pada masa ini sebuah perusahaan muda biasanya belum paham benar tentang hak dan kewajiban masing-masih pihak, belum cukup pengalaman untuk memperkirakan pola bisnis yang kemungkinan akan terjadi, apalagi untuk jangka waktu yang lama, ujung-ujungnya adalah perjanjian tersebut tidak cukup mewadahi ketika datang keadaan yang tidak terduga, dan akhirnya... patah hati.

bersambung...



Jumat, 02 April 2010

lakon

dalam sebuah film atau cerita, lakon adalah tokoh andalan, yang selalu menjadi suber inspirasi, dan harapan, ia sangat berguna di lingkungannya, ia menjadi tokoh utama dalam perjuangan yang diceritakan dalam film tersebut.

ia tidak selalu betrubuh kekar,

ia tidak selalu rupawan,

ia tidak selalu kaya raya,

ia tidak selalu genius,

namun

ia memiliki karakter yang kuat,

ia memiliki semangat yang tinggi,

ia memiliki jiwa yang lapang,

ia memiliki kayakinan dan keteguhan hati yang luar biasa

bahkan tidak jarang cerita tersebut dibumbui dengan berbagai kelemahan yang sandangkan pada tokoh lakon, dan sebaliknya berbagai kekuatan dan kelebihan yang disandangkan pada musuh-musuhnya.

apakah supaya cerita menjadi lebih menarik?, lebih mendebarkan?, lebih membawa pemirsa cerita ke alam yang disemayami lakon dan musuh-musuhnya?, lebih unpredictable?.

Juga sangat sering diceritakan tentang betapa berat dan jauhnya perjalanan dan perjuangan sang lakon, betapa ia harus berjuang lebih untuk membantu atau menyelamatkan rekan satu tim nya,

atau ketika harus berlari di hutan dengan tubuh letih, perut lapar dan kaki tertembak, tidak jauh dibelakangnya segerombolan tentara mengejarnya dengan senjata lengkap dan anjing pelacak.

Atau ketika banjir akan segera melanda kota, sang lakon sibuk mencari cara untuk menyelamatkan kota, padahal warga kota yang akan ditolongnya sedang tertidur pulas, tidak tau bahkan tidak mau tau tentang hal itu.

Apakah sebaiknya dihilangkan saja adegan-adegan tersebut sehingga sang lakon hanya makan dan tidur sampai cerita berahir? Sehingga sang lakon tidak perlu bersusah payah sampai cerita usai?

Bukankah dengan berbagai perjuangan terseut cerita menjadi berkesan? dan karena pengorbanan tersebut cerita menjadi indah? Apakah sang lakon mengeluh? Tidak!!

Lalu mengapa mengeluh ketika dipilih untuk menjadi lakon dalam kehidupan ini?

Mengapa harus merasa berat ketika harus ikut mengangkat beban saudara di sebelah kita? Mengapa mengeluh ketika harus mengerjakan sesuatu yang lebih untuk saudara sendiri?,

Mengapa mengeluh ketika diminta berkorban lebih untuk rekan sendiri?

Ingat, kita adalah sang lakon kehidupan, sang lakon bagi keluarga, sang lakon bagi teman-teman.. maka, kuatkan tekad, bakar semangat, terus tambah ilmu, sempurnakan ikhtiar, dan jangan mengeluh, atau cerita berhenti sampai disini.

daging panggang


ok menu hari ini adalah daging panggang jawa

1. Siapkan dagingnya, iris dengan ketebalan yang sama (1 cm)


2. tambahkan parutan bawang putih dan garam diatasnya, lalu biarkan selama 30 menit


3. panggang selama 4 menit, dan 3 menit untuk sisi sebaliknya


4. dan hasilnyaaaaaaaaaaaaa...... wuualoootttttt pollllll ga bisa dimakan !!!
5. tetap tenang
6. ini dia ... bersiap2 dengan teknik memasak andalan para bapak2... yaituuu..... minta tolong kepada istri hahahahahaha...... "ma ini koq jadinya keras ya? tolong betulin doong?"
7. tunggu beberapa saat
8. taraaaaaa....... daging siap dinikmati !!!

selamat makaaan



salam
chef Firman.